Mahasiswa Pendidikan Biologi UNPAK Belajar di Lahan Petani Nanas Kaki Gunung Salak

Mahasiswa Pendidikan Biologi UNPAK Belajar di Lahan Petani Nanas Kaki Gunung Salak (Implementasi Kurikulum MBKM dalam Mata Kuliah Sains Environment Technology Society)

FKIP, UNPAK Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam membangun Indonesia, serta sebagai jantung di setiap mahluk yang hidup. Suatu negara akan rusak apabila sektor penyedia pangan (pertanian) rusak. Namun, hingga saat ini, masih banyak problematika di sektor pertanian Indonesia akibat terhimpitnya kesejahteraan petani Indonesia, alih fungsi lahan, kurangnya pemahaman teknologi dan lainnya. Beberapa kebijakan telah dikeluarkan Pemerintah, namun tak lantas membuat pembangunan pertanian di Indonesia kian meningkat.

Buah dengan nama latin Ananas comosus (Nanas) ini sangat unik sebab hanya sekepal tangan orang dewasa atau berbobot sekitar 500 gram. Di pasar nasional, nanas gati ini dikenal dengan nama nanas mahkota. Dalam Kesempatan ini Mahasiswa Pendidikan Biologi di Universitas Pakuan belajar bersama Petani nanas di kaki gunung salak, mereka menerangkan bahwa cukup banyak informasi yang di ketahui dari jenis-jenis nanas yang ada di kebun tersebut khususnya di Kabupaten Bogor. Ada Empat jenis Nanas yaitu Gati,Nia,Kapas dan Tiara ,kemudian kami juga dapat informasi baru ternyata nanas itu di cabutnya saja tidak bisa sembarang, artinya tidak langsung di ambil di buahnya karena akan menghambat pertumbuhannya”,Ujar Ratu.

Solihat, Mahasiswi UNPAK menuturkan, bahwa uniknya di Kebun ini tidak menggunakan Pupuk Non-Organik melainkan Pupuk Alami. Pemilik Kebun Nanas di Kaki Gunung Salak Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Abah Adoh mengatakan, saya memang sudah lama di bidang nanas ini, tentu saya berharap nanti anak-anak saya yang meneruskan“, tuturnya.

Lanjut Abah Menerangkan sembari mempraktekan, katanya bahwa nanas ini bisa diperbanyak dengan cara tunas batang atau stek batang, tinggal pilih induk tanaman yang baik dan sehat agar tanaman nanas bisa tumbuh dengan sehat dan baik sehingga bisa cepat berbuah.Pastikan tanaman nanas ditanam di lahan yang baik. Waktu yang terbaik untuk mengolah lahan satu bulan sebelum awal musim hujan,tujuannya agar saat penanaman nantinya bersamaan dengan musim hujan, sehingga tanaman mendapatkan penyiraman yang cukup,Ujarnya.

Petani nanas berharap, peran teman-teman mahasiswa sebagai agen perubahan pada persoalan kontekstual dan krusial dalam hal ini sektor pertanian ,agar dapat memberikan angin segar untuk pertanian kita yang lebih maju dan berkembang. kami selalu membuka ruang sebesar-besarnya untuk kedepan dapat membantu melakukan riset tentang nanas, lahan, efek kebijakan Pemerintah terhadap Pertanian itu sendiri, dan riset-riset lainnya yang mampu memberi dampak langsung maupun tidak langsung terhadap Pertanian itu sendiri,tutup Asep.

Pembelajaran kontekstual seperti ini merupakan implementasi pembelajaran MBKM di program studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Pakuan. Model pembelajaran ini mengajarkan mahasiswa untuk mengidentifikasi potensi sumber daya pangan di Bogor, menganalisis potensi sumber daya pangan (nanas) yang dikaitkan dengan dengan sains, lingkungan, ekonomi, budaya; menganalisis pengembangan olahan teknologi pangan berbahan baku dari potensi pangan di Bogor.

 

Hubungi Kami

Alamat:
Jl. Pakuan, Tegallega. Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Jawa Barat 16143. INDONESIA.

  • Phone: 0251 - 8375 608
  • Email: fkip@unpak.ac.id

Lokasi Kampus