Post by Admin : 15 Oktober 2016


Perkembangan dunia pendidikan nasional di Indonesia terus ditingkatkan untuk mencapai standar pendidikan secara merata dan menyeluruh di tanah air tercinta.

Gagasan yang telah diprogramkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP Universitas Pakuan menyelenggarakan seminar yang bertemakan ”Pendidikan Berkarakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa” dalam rangka gebyar pendidikan.

Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis, 26 Mei 2016, secara resmi di buka oleh Drs.Deddy Sofian,M.Pd yang didampingi Wakil Dekan II Dr.Hj. Eri Sarimanah, M.Pd, Wakil Dekan III Drs.Dadang Kurnia,M.Pd, dan Ketua Program Studi PGSD Elly Sukmatiasa,M.Pd. Bersama nara sumber dan juga motivator pendidikan Namin AB Ibnu Solihin, dengan moderator Lufty Hari Sutanto,M.Pd serta 327 peserta mahasiswa dan undangan.

In a paper about his past encounters as an author, in any case, Paul's voice ended up loose, energetic, familiar, and now and again really clever. In one entry, for instance, he portrayed his endeavors to meet the desires for an English instructor who had asked her urban students, in a pre-school program for "minorities," to "describe a snow pea pod" in writing. "I surrender to the way that this instructor was simply off in her very own reality," he stated, "and filled seventy five percent of a page with data I found in a reference book. Obviously, this didn't get the job done. It appeared we fought and complained for the remainder of that semester," Paul seemed to have loads of command over the language he utilized in this paper, and the sorts of mistakes that showed up in his past articles evaporated. Our students additionally Get the facts at https://australiaessays.info/ and guess as Barbara Christian reminded us, and Paul gave off an impression of being utilizing two distinct speculations for writing that drove him to receive two, altogether different voices. My expert experience, thusly, drove me to embrace hypotheses of my own about the reasons for this variety. The balance and exactness of Paul's discourse in the homeroom recommended that self-portraying and expressive points enabled him to keep up an exuberant, agreeable association among writing and discourse. At the point when he utilized that voice in writing, his ear for language worked; he could precisely hear the characteristic stops and breaks in the progression of language, alongside the characteristics of the words he utilized. This is an extremely famous hypothesis among educators who compliment themselves with the supposition that our students need above all else to compose, think, and become like us. For Paul's situation, it coincidentally was false. In the next weeks, my endeavors to assist him with creating a smoother, all the more con-vincing impersonation of scholastic writing flopped pitiably. At the point when I attempted to rebuild a specific sentence, the whole entry crumbled around it like a punctured inflatable.

Pengalaman merupakan suatu kumpulan ilmu yang bisa diberikan, bagaimana peran karakter seorang guru, yang tidak boleh menjadi sosok ”Lontong Basi” yang melakukan proses pembelajaran suasana membosankan peserta didik. Guru harus memiliki jiwa kreator yang mengedepankan keterampilan, sehingga bisa merubah sikap dan tingkat kecerdasan peserta didiknya.

Adapun pembentukan karakter manusia itu tidak bisa secara instan, perlu waktu sebuah proses dan wajib ada dukungan secara utuh dari keluarga, lingkungan dan sekolah yang harus bersinergi adanya kerjasama dalam peningkatan kognitif, juga ada evaluasi sikap mental dan keterampilan.

Pendidikan berkarakter sebagai pilar kebangkitan bangsa hendaknya berdasarkan Ketuhanan menghasilkan manusia yang adil dan beradab, bersatu untuk kerjasama demi mengedepankan kebersamaan dibandingkan perbedaan, mendidik individu menjadi seseorang pemimpin yang hikmat serta bijaksana.

Guru juga manusia dan guru malaikat bersayap, tapi tak bisa terbang "Pendidikan harus memanusiakan manusia” karena manusia yang sesungguhnya adalah manusia yang menjadikan Tuhan sebagai pedoman dan panduan. Tak ada manusia yang tak pernah melakukan dosa, tapi manusia bodohlah yang mengulangi dosanya. Memulai dan segeralah bergerak, bertindak, kreatif dan siap merubah karakter buruk untuk bisa menjadi manusia yang sesungguhnya.

Guru harus memiliki jiwa kreator yang mengedepankan keterampilan, merubah sikap dan tingkat kecerdasan peserta didiknya

LogoputikPUTIK ~ UNPAK

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Alamat: Jl. Pakuan PO Box 452 Bogor. Jawa Barat 16143. Indonesia | Telp: 0251-8375608 | Fax: 0251-8375608 | Email: fkip@unpak.ac.id